Service catalogue management

GroupKelompok
Product and service management
LifecycleLifecycle
Deliver
Reading timeWaktu baca
8 min8 menit
Purpose in one sentenceTujuan dalam satu kalimatProvide a single source of consistent information on all services and service offerings, and make sure it is available to the relevant audience.Menyediakan satu sumber informasi yang konsisten tentang semua layanan dan service offering, serta memastikan informasi tersebut tersedia bagi audiens yang relevan.

If users don’t know what IT offers, they can’t ask for it, or they ask in a hundred different ways. A service catalogue is the menu: what services exist, who can use them, how to request them and what to expect. It is one of the simplest ways to make IT easier to work with.

Jika pengguna tidak tahu apa yang ditawarkan TI, mereka tidak bisa memintanya, atau memintanya dengan seratus cara berbeda. Service catalogue adalah menunya: layanan apa yang ada, siapa yang bisa memakainya, bagaimana cara memintanya, dan apa yang bisa diharapkan. Ini salah satu cara paling sederhana untuk membuat TI lebih mudah diajak bekerja sama.

Key ideasKonsep kunci

  • Written for users. Use their words ("Get a new laptop"), not IT’s ("Endpoint provisioning").
  • Different views. Users see what they can request; managers see costs and service levels; IT sees technical details.
  • Linked to requests. Every orderable item connects to a request form and fulfillment workflow.
  • Clear expectations. Who can use it, how long it takes, what it costs and how to get help.
  • Keep it current. An outdated catalogue is worse than none, because people stop trusting it.
  • Ditulis untuk pengguna. Gunakan bahasa mereka ("Minta laptop baru"), bukan bahasa TI ("Endpoint provisioning").
  • Tampilan yang berbeda. Pengguna melihat apa yang bisa diminta; manajer melihat biaya dan service level; TI melihat detail teknis.
  • Terhubung dengan request. Setiap item yang bisa dipesan terhubung ke formulir request dan alur pemenuhannya.
  • Ekspektasi yang jelas. Siapa yang bisa memakai, berapa lama prosesnya, berapa biayanya, dan cara mendapat bantuan.
  • Jaga tetap mutakhir. Katalog yang usang lebih buruk daripada tidak ada, karena orang berhenti memercayainya.

Key activitiesAktivitas kunci

A typical flow. Real work loops back and skips steps when it makes sense.

Alur yang umum. Dalam praktik, pekerjaan bisa kembali ke langkah sebelumnya atau melewati langkah tertentu bila masuk akal.

  1. List servicesWhat do you actually provide today?
  2. Describe themPlain language, audience, how to get it.
  3. Create viewsUsers, managers and IT each see what they need.
  4. Connect to requestsForms and workflows behind each item.
  5. PublishIn the portal, searchable and easy to find.
  6. Review and updateWith every new, changed or retired service.
  1. Mendaftar layananApa yang sebenarnya Anda sediakan saat ini?
  2. MendeskripsikanBahasa sederhana, audiens, cara memperolehnya.
  3. Membuat tampilanPengguna, manajer, dan TI masing-masing melihat yang mereka butuhkan.
  4. Menghubungkan ke requestFormulir dan alur kerja di balik setiap item.
  5. MenerbitkanDi portal, bisa dicari dan mudah ditemukan.
  6. Meninjau dan memperbaruiSetiap ada layanan baru, berubah, atau dipensiunkan.

How to measure itCara mengukurnya

MetricMetrikWhat it tells youApa yang ditunjukkanWatch out forPerhatikan
Requests made through the catalogueRequest yang diajukan melalui katalogWhether the catalogue is usefulApakah katalog bermanfaatForcing use of a poor catalogueMemaksa penggunaan katalog yang buruk
Searches with no resultPencarian tanpa hasilGaps in content or wordingKekurangan isi atau susunan kataNever looking at search logsTidak pernah melihat log pencarian
Catalogue entries reviewed on timeEntri katalog yang ditinjau tepat waktuAccuracy and freshnessAkurasi dan kesegaranReviews that just change the dateReview yang hanya mengubah tanggal
User satisfaction with the portalKepuasan pengguna terhadap portalEase of useKemudahan penggunaanAsking only IT staffHanya bertanya kepada staf TI
Services without an ownerLayanan tanpa pemilikAccountabilityAkuntabilitasOwners named but not activePemilik ditunjuk tetapi tidak aktif

What each level looks likeGambaran setiap level

Use these descriptions as a quick self-check before running the full assessment. Level 3 is a strong, realistic target for most teams.

Gunakan deskripsi ini sebagai pengecekan cepat sebelum menjalankan asesmen lengkap. Level 3 adalah target yang kuat dan realistis bagi sebagian besar tim.

  1. L1InitialNo catalogue. Users ask colleagues what IT can do.
  2. L2RepeatableA list of services exists, written in IT terms, and is rarely updated.
  3. L3DefinedA user-friendly catalogue with owners, linked to request forms and published in a portal.
  4. L4MeasuredUsage, search and satisfaction are measured, and the catalogue is improved from the data.
  5. L5OptimizedA personalized, always-current catalogue covering IT and other departments, integrated with self-service and AI.
  1. L1InitialTidak ada katalog. Pengguna bertanya kepada rekan kerja apa yang bisa dilakukan TI.
  2. L2RepeatableDaftar layanan sudah ada, ditulis dalam istilah TI, dan jarang diperbarui.
  3. L3DefinedAda katalog yang ramah pengguna dengan pemilik, terhubung ke formulir request, dan diterbitkan di portal.
  4. L4MeasuredPemakaian, pencarian, dan kepuasan diukur, dan katalog diperbaiki berdasarkan data tersebut.
  5. L5OptimizedKatalog yang dipersonalisasi dan selalu mutakhir, mencakup TI dan departemen lain, serta terintegrasi dengan self-service dan AI.

Assess service catalogue management in the wizardNilai service catalogue management di wizard →

Using AIMemanfaatkan AI

  • Natural-language search that matches "my laptop is too slow" to the right offering.
  • Plain-language rewriting of technical service descriptions.
  • Gap detection from searches and tickets with no matching item.
  • Personalized recommendations based on role and location.
  • Pencarian dengan bahasa alami yang mencocokkan "laptop saya terlalu lambat" dengan offering yang tepat.
  • Penulisan ulang berbahasa sederhana untuk deskripsi layanan yang teknis.
  • Deteksi kekurangan dari pencarian dan tiket tanpa item yang cocok.
  • Rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan peran dan lokasi.
Keep a human in the loopTetap libatkan manusiaMake sure AI search only points users to real, current offerings, and check rewritten descriptions for accuracy.Pastikan pencarian AI hanya mengarahkan pengguna ke offering yang nyata dan mutakhir, dan periksa keakuratan deskripsi yang ditulis ulang.
Key ideaInti materiA good catalogue is a menu written in the customer’s language. If users can’t find it, it doesn’t exist for them.Katalog yang baik adalah menu yang ditulis dalam bahasa pelanggan. Jika pengguna tidak bisa menemukannya, layanan itu tidak ada bagi mereka.
Real-world example: a university service portalContoh kasus: portal layanan universitas3 min3 menit

A university’s IT catalogue lists 140 services with names like "LDAP account provisioning". Students email the help desk for everything, and the same 20 questions arrive every week.

Katalog TI sebuah universitas memuat 140 layanan dengan nama seperti "LDAP account provisioning". Mahasiswa mengirim email ke help desk untuk segala hal, dan 20 pertanyaan yang sama datang setiap minggu.

The team rewrites the top 30 services in student language ("Reset my campus password", "Get Wi-Fi on my phone"), creates a student view, and links each item to a form or guide. Within a semester, 55% of student requests come through the portal.

Tim menulis ulang 30 layanan teratas dalam bahasa mahasiswa ("Reset password kampus", "Sambungkan Wi-Fi di ponsel"), membuat tampilan khusus mahasiswa, dan menautkan setiap item ke formulir atau panduan. Dalam satu semester, 55% permintaan mahasiswa masuk melalui portal.

Common pitfallsJebakan umum

  • Writing the catalogue in technical language.
  • Listing everything at once, so nothing is easy to find.
  • Catalogue items with no way to request them.
  • Never removing retired services.
  • Menulis katalog dalam bahasa teknis.
  • Mencantumkan segalanya sekaligus, sehingga tidak ada yang mudah ditemukan.
  • Item katalog tanpa cara untuk memintanya.
  • Tidak pernah menghapus layanan yang sudah dipensiunkan.

Related practicesPractice terkait

PracticePracticeHow they connectBagaimana keterkaitannya
Service request managementFulfills the requests made from the catalogue.Memenuhi request yang diajukan dari katalog.
Service level managementProvides the targets shown in the catalogue.Menyediakan target yang ditampilkan di katalog.
Service designDesigns the offerings the catalogue describes.Merancang offering yang dijelaskan katalog.
Knowledge managementLinks catalogue items to helpful guides.Menautkan item katalog ke panduan yang membantu.
Beginner tipsTips untuk pemula
  • Look at your 20 most common tickets and make sure each has a clear catalogue item.
  • Ask three non-IT colleagues to find something in your catalogue, and watch where they struggle.
  • Review searches that returned no results every month.
  • Lihat 20 tiket paling umum dan pastikan masing-masing punya item katalog yang jelas.
  • Minta tiga rekan non-TI mencari sesuatu di katalog Anda, dan perhatikan di mana mereka kesulitan.
  • Tinjau pencarian yang tidak menghasilkan apa pun setiap bulan.

The practice name and purpose follow ITIL. KPIs, level descriptions, AI uses and pitfalls are practical guidance written in our own words, not official ITIL text.Nama dan tujuan practice mengikuti ITIL. KPI, deskripsi level, pemanfaatan AI, dan jebakan umum adalah panduan praktis yang ditulis dengan kata-kata sendiri, bukan teks resmi ITIL.